Lirik Lagu Geisha – Izinkan Aku Mendua

Kini ku larut dilema
Jebakan asmara
Dimana kini ku rasa
Adanya antara kalian berdua
Semua ku rasa
Cintamu cintanya

Daripada ku berdusta
Lebih baik ku bertanya
Bolehkah aku mendua
Jujurku berkata
Kalian berdua
Semua ku rasa
Hatimu Hatinya
Semua berharga untuk cinta

Reff:
Izinkan aku mendekatinya sayang
Meski ku tau ini gila untukmu
Izinkan aku mencintainya sayang
Karena dia juga merebut hatiku
Menikah saja wajar kedua kali
Mengapa tidak pacaran

Semua berharga untuk cinta

Izinkan aku mendekatinya sayang
Meski ku tau ini gila untukmu
Izinkan aku mencintainya sayang
Karena dia juga merebut hatiku

Back to Reff

Pacaran….

Pacaran….

Advertisements

Ada yang udah pernah makan di Raja Kecil? pas denger namanya kyknya aneh deh, biasa kan kalau istilah raja, pasti besar, atau mewah, megah.. kok ini namanya raja kecil ya?hehehe

Jadi pas hari Sabtu, 26 Juni 2010 kemarin, gue diajak sama temen-temen untuk makan di Chiness resto namanya Raja kecil.. Nama daerahnya gue lupa dimana, maap  ya soalnya bukan anak Jaksel nih, apalagi letaknya di gang gitu… hehe.. Pas nyampe sana, pemandangannya kereeen banget, design interiornya dibuat seolah-olah kita lagi makan ala Tiongkok.. haha… trus meja dan kursi udah kayak di China beneran  deh.. Lilin lilin pun menambah suasana jadi tambah cozy dan romantis.. haha….

Trus pas mau mesen dan ngeliat menunya, namanya unik unik loh, kalau ngga salah ada “None minta kawin”, “tahu 7 samudra”, dll deh.. hahaha… akhirnya kita pesen cumi garam pedes, tahu sutera apa gitu, brokoli cah jamur, ayam sechuan, dan dimsum.. pas makanan dateng, ehm,,, rasanya pun enak dan pas sama lidah orang Indonesia.. hehe,.. tapi sayang, porsinya ngga terlalu banyak.. dan jangan lupa, pesen Chiness tea, mantaaap deh….

Bosen kalau makan di mall terus, mendingan datengin tempat-tempat cozy dan unik kyk di Raja Kecil.. recommended deh, dari tempat, harga, dan kualitas makanan… Hah.. mudah-mudahan ada yg ngajakin lagi buat makan disana.. hehe… Boleh donk berharap, maklum bukan anak gaul Jakarta nih.. Hikzzz

Mungkin hampir semua orang mempunyai masalah yang sama dengan yang gue hadapi.. Ya.. ini soal gigi graham atau bahasa Inggrisnya “wisdom teeth”.. Gigi yang biasa tumbuh di saat kalian menjelang usia dewasa, ada juga yang mulai numbuh di kala SMA, emang tiap orang beda-beda sih..

Nah ngomongin masalah gigi graham, gue juga harus mengalami yang namanya bedah gigi, untuk membuang gigi grahamku ini.. Bukan tanpa alasan, karena kata dokter, rahangku yang sempit membuat 4 gigi graham gue kesulitan tumbuh dan akhirnya tumbuhnya miring dan tidur.. Ya udah, selama 2 bulan ini, gue mutusin untuk membuang my “big wisdom teeth“… Dan gue juga mutusin untuk menggunakan jasa Drg specialis bedah gigi yang namanya Drg. Inda yang praktek di RSKB Cinta Kasih Tzu Chi.. Harganya 750 ribu satu gigi, dan kalau di tempat lain bisa 1,5 juta per gigi.. Wuih.. mahal yaaa…

Tapi daripada terlambat, sudah lah yuuk kita operasi… Sebelah-sebelah dulu, sisi kiri dulu, bulan depan baru sisi kanan..

Akhirnya hari itu datang juga, jeng jeng jeng jeng…. gue ditemenin sama Pau untuk melakukan operasi, gue masih sadar, karena hanya dibius lokal aja. Prosesnya sakitt tapi masih bisa gue tahan.. kata Drg. Inda bengkaknya hanya 2 hari aja, tapi gue bisa semingguan nih bengkaknya.. rada takut sih, normal ngga ya?hari ini udah hari ke 6 dengan pipi masih bengkak.. huhu..

Tapi ngga papa deh, tulisan ini sengaja gue tulis untuk mengingatkan gue akan kehadiran 4 gigi grahamku yang belum sempet terlihat tapi udah dicabut, kalau bahasa ibu ibu melahirkan sih, “aborsi” hihi sereeem.. So Goodbye my wisdom Teeth, maaf ya gue harus membuang kalian…

“Sahabatku bintang, terang cemerlang, bertebaran di angkasa.
Sahabatku bulan terangi malam, sang purnama mulai tiba.
Temani aku dalam lelap tidurku. Temani aku dalam mimpi indahku.
Menari-nari di alam semesta.
Sahabatku alam terima kasih, Esok kujelang bersamamu.
Sahabatku bintang, terang cemerlang, bertebaran di angkasa.
Sahabatku bulan terangi malam, sang purnama mulai tiba.
Temani aku dalam lelap tidurku.
Temani aku dalam mimpi indahku.
Menari-nari di alam semesta. Sahabatku alam terima kasih, Esok kujelang bersamamu.”

Lirik ini digunakan untuk soundtrack Pustaka Anak Nusantara
Production SET Workshop
Tahun 2001

Kalau melihat lirik atau bahkan sekalian mendengar lagu ini, membuat hati merasa senang sekaligus sedih.. Senang ada lagu yang pas banget dalam menggambarkan suasana riang dapat menikmati kekayaan alam ibu pertiwi. Senang pada masa itu anak-anak dapat bermain bersama dengan alam, bukan dengan alat elektronik seperti saat ini.

Sedih melihat kondisi alam saat ini, yang semakin rusak oleh ketamakan orang dewasa, yang hanya mementingkan keuntungan semata tanpa mau menanggung kerusakan yang diakibatkannya.. Sedih, memikirkan apa yang akan terjadi di masa mendatang? Bagaimana dengan alam yang kita pijak ini? BAgaimana dengan mental anak yang tidak ada pilihan untuk bermain dengan alam…

Saya tahu, masih ada individu, keluarga, komunitas yang masih mau peduli dengan lingkungan? Seperti WWF, Conservational International, Yayasan Budha Tzu Chi dalam misi daur ulangnya, DAAI TV sebagai satu-satunya media nonmainstream, WALHI, Greenpeace, National Geografic, dsb.. Tapi apakah kekuatan itu cukup besar?

Hummmm… bingung pusing dan takut untuk memilih…

Gini nih ceritanya, april ini gue udah harus kembali dalam dunia perkampusan.. Eits, bukannya blum lulus ya, tapi gue melanjutkan perjalanan kuliah S2… Karena 1 tahun yang lalu gue putusin untuk bekerja di salah satu stasiun TV lokal yang menyebarkan cinta kasih, makanya gue postpone dulu selama 1 tahun.. dan waktu berjalan dengan cepat dan mengharuskan gue kembali ke dunia perkampusan.. Sedih juga sih , karena hal ini membuat gue ngga bisa kerja menjadi presenter dan reporter buat program jalan-jalan..

tapi gue juga harus pikirin dan fokus ke kuliah yang dulu sudah gue putuskan..

Nah balik ke topik, “Kenapa antara cita-cita dan realita masa depan?”… Ini karena gue harus memilih jurusan di semester 2 kuliah S2.. Hummph… kalau mau egois, dengan cepat gue akan milih jurusan jurnalisme, karena saat ini bisa dikatakan gue cinta terhadap dunia broadcasting dan selama 1 tahun ini gue berada di dunia broadcasting.. Tapi, melihat masa depan yang terlihat jelas gue harus menjadi ibu rumah tangga dan meneruskan usaha nyokap, I have no choice untuk milih jurusan marketing communication.. Melihat ke masa depan, jadi menurut gue, setidaknya gue punya pengetahuan di dunia marketing.. Doain ya, semoga keputusan yang gue ambil ini benar.. hehe..

Fitri Yuliani 14 April 2010

Hallo Semuanya (duh pede jaya deh, kayak ada yang mau baca aja… hehe)

Ini adalah blog ketiga gue.. wuidih.. tapi blog-blog yang lama udah ngga bisa dipake lagi.. Padahal gue udah cinta sama tampilan blog gue di fitriyuliani.blogspot.com, tapi ampe sekarang gue ngga tau permasalahannya, kenapa blog gue ngga bisa dibuka.. Aneh bin ajaib deh..

Nah, karena pengen banget nulis unek-unek di blog dan dibantu oleh salah satu teman di DAAI TV (KAng Hadi), makanya lahirlah blog ini. Yeyyy.. asyik nulis blog lagi…

Fitri Yuliani